Banyak yang mengeluh ketika akan memulai menulis, membuat karya
tulis. Ada yang berkata bahwa menulis
itu adalah sebuah pekerjaan yang sulit, butuh keahlian dan bakat khusus, yang
tidak semua orang bisa melakukannya dengan baik. Benarkah demikian?
Menulis adalah sebuah kegiatan yang tentunya memang banyak yang
tidak suka. Waktu sekolah dulu, paling malas adalah ketika menulis tugas,
menulis jawaban esai. Dan tentunya teman-teman semua masih ingat, yang paling
disukai adalah menjawab soal yang pilihan ganda, bisa A, B, C, tinggal contreng
salah satunya.
Namun rasa-rasanya tidak terus-terusan seperti itu. Ketika usia
beranjak dewasa, ada yang merasakan bahwa menulis adalah sebuah kebutuhan,
minimal menulis status di media sosial. Dengan mengakui bahwa menulis adalah
sebuah kebutuhan, maka tidak akan lagi dirasa berat. Berat itu sebab kita belum
terbiasa dengannya, dan untuk menjadikan sebuah hal menjadi kebiasaan,
disitulahh beratnya.
Pertama, yang perlu kita lakukan mungkin membiasakan diri. Saya yakin,
penulis profesional sekelas Tere Liye, pernah mengalami kegagalan ketika
menulis. Tidak serta merta dia menghasilkan novel-novel fantastis seperti itu.
Saya yakin benar-benar tidak mungkin spontan. Menulis membutuhkan sebuah
pembiasaan, pelan-pelan, dan tidak harus langsung jadi. Bisa diawali dengan
menulis puisi mungkin, atau cerpen-cerpen yang super pendek.
Kedua tentunya yang paling penting adalah kesabaran. Memang,
inspirasi tidak selalu ada, bahkan
ketika belum terbiasa, untuk memunculkan ide menulis itu cukup sulit. Maka dari
itu ditubuhkan kesabaran untuk menulis sesuatu yang bermanfaat. Mudah
dikatakan, namun belum tentu yang mengatakan mudah bisa menjalaninya. Tapi saya
percaya, bahwa ketika seseorang mempunyai keinginan kuat, kesabaran ialah teman
terbaik.
Nah, di atas sudah disinggung bahwa sebagian dari proses menulis
adalah keinginan kuat. Seseorang yang mempunyai keinginan biasa-biasa saja,
tentu tingkat kesabarannya tidak setebal yang mempunyai keinginan kuat. Dengan
demikian, keiginan kuat adalah sebagian kunci untuk menjadi penulis
profesional.
Saya kira itu saja apa yang harus kita miliki ketika akan menulis.
Selanjutnya tentu perlu sebuah pembelajaran tentang teori-teori menulis yang
baik dan benar, kata-kata, dan tanda baca. Namun untuk pemula seperti kita,
saya rasa tanda baca tidak terlalu penting. Sebab, yang terpenting adalah
merangkai kata-kata untuk menjadi kalimat yang utuh. Untuk sebuah awalan, tidak
perlu memasang target yang muluk-muluk, cukup menulis saja sampai menjadi sebuah
kebiasaan. Nah, setelah menjadi kebiasaan, maka langkah selanjutnya adalah
memperbaik kualitas tulisan.
Menulis itu mudah, apalagi ketika kita sudah mempunyai keinginan
kuat serta kesabaran. Ketika sudah menjadi kebiasaan, kita akan merasa bahwa
menulis adalah sebuah kebutuhan, yang jika kita tidak menulis, maka rasanya
hambar dan ada yang kurang, seperti ketika masak, dan kurang garam atau apalah
bumbu lainnya.
Satu lagi yang harus kita ingat yaitu jangan menyalahkan diri
sendiri atas tulisan yang kita hasilkan. Jangan berkata bahwa karya saya buruk
sekali, seharusnya saya tidak menulis ini. Jangan pernah lakukan itu sama
sekali, sebab itu akan membuat mental kita dan semangat kita menurun. Mungkin sesekali
itu akan menjadi sebuah pengemangat, namun jika terlalu lama dan sering, maka
akan menjadi beban tersendiri.
Tanamkan saja dalam diri bahwa menulis itu sangat mengasikkan,
tidak akan membosankan.
Tangerang, 20 Oktober 2022





0 Post a Comment
Posting Komentar