Peradaban Bertahan Sebab Manusia Yang Menulis - Artikel by Jasmiko | Sastra Putar Balik

 



Banyak yang mengeluh ketika akan memulai menulis, membuat karya tulis. Ada yang berkata bahwa  menulis itu adalah sebuah pekerjaan yang sulit, butuh keahlian dan bakat khusus, yang tidak semua orang bisa melakukannya dengan baik. Benarkah demikian?

Menulis adalah sebuah kegiatan yang tentunya memang banyak yang tidak suka. Waktu sekolah dulu, paling malas adalah ketika menulis tugas, menulis jawaban esai. Dan tentunya teman-teman semua masih ingat, yang paling disukai adalah menjawab soal yang pilihan ganda, bisa A, B, C, tinggal contreng salah satunya.

Namun rasa-rasanya tidak terus-terusan seperti itu. Ketika usia beranjak dewasa, ada yang merasakan bahwa menulis adalah sebuah kebutuhan, minimal menulis status di media sosial. Dengan mengakui bahwa menulis adalah sebuah kebutuhan, maka tidak akan lagi dirasa berat. Berat itu sebab kita belum terbiasa dengannya, dan untuk menjadikan sebuah hal menjadi kebiasaan, disitulahh beratnya.

Pertama, yang perlu kita lakukan mungkin membiasakan diri. Saya yakin, penulis profesional sekelas Tere Liye, pernah mengalami kegagalan ketika menulis. Tidak serta merta dia menghasilkan novel-novel fantastis seperti itu. Saya yakin benar-benar tidak mungkin spontan. Menulis membutuhkan sebuah pembiasaan, pelan-pelan, dan tidak harus langsung jadi. Bisa diawali dengan menulis puisi mungkin, atau cerpen-cerpen yang super pendek.

Kedua tentunya yang paling penting adalah kesabaran. Memang, inspirasi tidak  selalu ada, bahkan ketika belum terbiasa, untuk memunculkan ide menulis itu cukup sulit. Maka dari itu ditubuhkan kesabaran untuk menulis sesuatu yang bermanfaat. Mudah dikatakan, namun belum tentu yang mengatakan mudah bisa menjalaninya. Tapi saya percaya, bahwa ketika seseorang mempunyai keinginan kuat, kesabaran ialah teman terbaik.

Nah, di atas sudah disinggung bahwa sebagian dari proses menulis adalah keinginan kuat. Seseorang yang mempunyai keinginan biasa-biasa saja, tentu tingkat kesabarannya tidak setebal yang mempunyai keinginan kuat. Dengan demikian, keiginan kuat adalah sebagian kunci untuk menjadi penulis profesional.

Saya kira itu saja apa yang harus kita miliki ketika akan menulis. Selanjutnya tentu perlu sebuah pembelajaran tentang teori-teori menulis yang baik dan benar, kata-kata, dan tanda baca. Namun untuk pemula seperti kita, saya rasa tanda baca tidak terlalu penting. Sebab, yang terpenting adalah merangkai kata-kata untuk menjadi kalimat yang utuh. Untuk sebuah awalan, tidak perlu memasang target yang muluk-muluk, cukup menulis saja sampai menjadi sebuah kebiasaan. Nah, setelah menjadi kebiasaan, maka langkah selanjutnya adalah memperbaik kualitas tulisan.

Menulis itu mudah, apalagi ketika kita sudah mempunyai keinginan kuat serta kesabaran. Ketika sudah menjadi kebiasaan, kita akan merasa bahwa menulis adalah sebuah kebutuhan, yang jika kita tidak menulis, maka rasanya hambar dan ada yang kurang, seperti ketika masak, dan kurang garam atau apalah bumbu lainnya.

Satu lagi yang harus kita ingat yaitu jangan menyalahkan diri sendiri atas tulisan yang kita hasilkan. Jangan berkata bahwa karya saya buruk sekali, seharusnya saya tidak menulis ini. Jangan pernah lakukan itu sama sekali, sebab itu akan membuat mental kita dan semangat kita menurun. Mungkin sesekali itu akan menjadi sebuah pengemangat, namun jika terlalu lama dan sering, maka akan menjadi beban tersendiri.

Tanamkan saja dalam diri bahwa menulis itu sangat mengasikkan, tidak akan membosankan.

Tangerang, 20 Oktober 2022

 

0 Post a Comment

Posting Komentar