Setiap hari masalah itu akan
datang, dan tidak akan pernah ada berhentinya sampai kita mati. Jadi
kesimpulannya adalah selama kita hidup, kita akan menghadapi dan menjadi
masalah.
Kehidupan dimulai dari
bangun pagi. Apakah di situ tidak ada
masalah? Ada, namun sebab saking seringnya kita menghadapi masalah tersebut,
jadilah kita menjadi terbiasa. Apa masalahnya? Rasa ngantuk yang tidak ingin pergi
misalnya. Jika menuruti nafsu, maka keinginan terbesar adalah kembali tidur dan
bangun nanti pukul sembilan pagi dan sarapan. Namun keadaan berkata lain, ada
pekerjaan yang harus dikerjakan, ada yang sekolah, kuliah, dan beraneka ragam
kesibukan lainnya.
Perut yang lapar adalah sebuah
masalah. Namun seperti yang sudah dikatakan di atas, bahwa kita terlalu sering
mendapatkan masalah yang demikian sehingga menjadi terbiasa, bahkan
menganggapnya tidak menjadi sebuah masalah. Solusi dari lapar adalah makan.
Nah, bagaimana cara kita memecahkan masalah tersebut yaitu mendapatkan sebuah
makanan untuk menghilangkan lapar?
Ada yang memasak, ada yang beli
di warung, ada pula yang meminta kepada orang-orang yang ditemuinya. Itu adalah
cara-cara yang kita lakukan untuk menghadapi masalah dalam hal ini lapar.
Selanjutnya semakin hari berjalan, masalah semakin banyak dan semakin sering
datang. Utang menumpuk, tugas kuliah belum selesai padahal sudah waktunya
diserahkan kepada dosen, ada yang tidak punya uang dan bingung mencari
pekerjaan, dan berjuta masalah datang.
Apakah ada hikmah di balik
masalah tersebut? Layaknya ada dan kita harus yakin bahwa di balik sebuah
masalah pastilah Tuhan telah menyiapkan hikmah dan kenikmatan untuk kita.
Misalnya lapar tadi. Dengan adanya lapar, hikmahnya adalah manusia bisa
mengenal kenyang, nikmatnya makan dan tubuh menjadi sehat. Bukankah demikian?
Nah, begitu dengan masalah-masalah lain yang kita hadapi, pastilah ada
hikmahnya, tergantung kita bisa melihatnya atau tidak.
Tersebutlah dalam Al-Qur’an surat
Al-Insyorah ayat sekian, bahwasanya dalam setiap kesulitan pastilah ada
kemudahan, bahkan sampai diulang oleh Tuhan sebanyak dua kali. Berarti di sini
Tuhan benar-benar ingin menekankan kepada manusia bahwa dalam setiap kesusahan,
dalam setiap masalah, pastilah ada jalan keluar dan nantinya akan membawa
sebuah kebaikan, dengan catatan jika diselesaikan dengan baik.
Masalah mengajarkan kepada kita
bahwa kita harus berpikir kreatitf. Manusia harus berpikir kreatif dalam
menyelasaikan masalahnya sebab telah dibelaki oleh Tuhan sebuah alat yang
bernama akal dan hati. Dengan hati dan pikiran maka masalah akan terselesaikan
dengan baik. Kesimpulan dari paragraf ini adalah kita harus memaksimalkan otak
dan hati dalam menyelesaikan masalah, jangan gampang mengeluh dan menyerah.
Tidak akan ada yang kasihan kepada kita seandainya kita mengeluh dan menyerah,
dunia terlalu kejam dan tidak pantas kita untuk menyerah padanya.
Sepanjang nafas masih berhembus
dalam diri kita, masalah tidak akan pernah berhenti datang. Selesai masalah satu,
maka akan datang masalah berikutnya. Jadi, jangan berharap hidup tanpa
datangnya masalah. Ada orang yang uangnya banyak, tapi keluarganya berantakan.
Ada orang yang hubungan keluarga baik-baik saja, harmonis, namun ekonomi tidak
begitu mendukung untuk keberlangsungan hidup. Begitulah, selesai masalah satu
akan datang masalah lain.
Sudah seharusnya kita menyikapi
masalah yang datang sesuai dengan kadarnya. Jika masalah tersebut tidak terlalu
besar, maka selayaknya kita menyikapinya biasa saja. Pun, jika ada sebuah
masalah yang besar, maka sudah selayaknya kita menyikapinya dengan kekuatan
besar. Di sini bukan berarti kita menyepelekan masalah yang datang, tapi kita
harus tahu berapa ukuran kekuatan yang kita gunakan untuk menghadapi masalah
tersebut.
Ada sebuah keanehan terkadang
dalam hidup ini. Ada orang yang menganggap sebuah masalah tidak sebagai
masalah, dan ada pula yang sebaliknya, yakni menganggap sesuatu yang sebenarnya
bukan masalah menjadi masalah, sehingga menguras tenaga dan pikirannya untuk
menyelesaikan. Misal, apakah mobil bagus dan mewah itu adalah sebuah kebutuhan
yang sangat penting dan harus ada?
Mobil. Iya, mobil. Mungkin untuk
sebagian besar orang mobil bukanlah sesuatu yang penting. Tapi, ada juga yang
menganggap bahwa mobil adalah kebutuhan pokok (padahal tidak terlalu urgen
untuknya) sehingga siang malam pikiran dan hatinya disita oleh hal tersebut.
Dalam hati dia berkata, “Orang-orang tidak akan menganggap saya kaya jika saya
tidak membeli mobil terbaru!” Itu adalah sebuah kesalahan berpikir, sehingga
masalah dan jalan keluarnya juga salah. Seharusnya dia tidak berpikir tentang
pandangan orang kepadanya dengan pencitraan. Seharusnya menjadi manusia yang
alami itu lebih menyenangkan dan sepertinya lebih bahagia. Pandangan orang tidak
akan mengubah nasib kita. Jika kita miskin, lalu orang-orang memandang kita
kaya sebab berhasil kredit mobil, apakah lantas kita menjadi orang kaya
sungguhan? Tidak. Pun sebaliknya. Jika kita benar-benar kaya, walaupun
orang-orang menganggap kita miskin, kita akan tetap menjadi kaya dengan cara
kita sendiri.
Begitulah, bagaimana cara kita
berpikir akan menentukan jalan keluar masalah kita. Dan sekali lagi kita
tegaskan, jangan pernah berharap masalah akan berhenti datang selama nafas
masih berapa dalam diri kita. Hidup kita tidak akan pernah luput dari masalah.
Tangerang, 21 September 2022





0 Post a Comment
Posting Komentar