Hari ini, para mahasiswa baru UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi masuk
untuk pertama kalinya. Senin, 04 September 2023, menjadi hari yang akan mereka
kenang sampai sarjana kelak, sebagai memontum awal perjuangan meraih
pengetahuan dan gelar sarjana, terlepas dari PBAK beberapa hari lalu. Semangat
baru mereka bawa, dan pasti seorang mahasiswa mempunyai semangat membara untuk
mengejar ilmu, kecuali beberapa mahasiswa yang iseng-iseng saja masuk
universitas.
Pertama masuk kuliah, tentu nanti akan banyak sekali senior-senior
yang masuk kelas mereka dengan misi tertentu. Senior yang membawa UKM, pasti
akan menawarkan UKM mereka. Senior yang membawa organisasi eksternal, akan
menawarkan organisasi mereka, entah dengan cara yang legal (mendapatkan ijin
dari yang berwenang), dan dengan cara ilegal. Itu pasti dan tidak dapat
dielakkan, bahwa mahasiswa baru adalah sebuah pasar yang sangat menarik bagi
UKM kampus dan eksternal.
Nah, dari sini terkadang terjadi kebingungan dan kebimbangan dari
para mahasiswa. Mungkin ada mahasiswa yang ingin bergabung dengan UkM kampus,
namun ingin juga bergabung dengan organisasi ekternal. Ada yang ingin fokus
kuliah, tapi teman-temannya masuk UKM sekaligus organisasi. Bukankah mahasiswa
baru akan dipenuhi degan kebingungan-kebingungan itu? Jelas, saya pernah
menjadi mahasiswa baru dan mengalami hal yang demikian.
Jangan bingung, Kawan! Tidak bergabung dengan organisasi atau UKM
kampus itu tidak dosa. Silakan saja jika ingin fokus kuliah, silakan! Tidak
dosa dan tidak haram tidak ikut organisasi sama sekali. Tapi, kita kembali lagi
pada kebutuhan masing-masing.
Setiap mahasiswa mempunyai kepribadian masing-masing. Ada mahasiswa
yang semangat belajarnya bertambah jika mendapatkan tantangan-tantangan, dalam
artian masuk organisasi. Ada mahasiswa yang tidak bisa membagi fokus, dia tidak
bisa belajar atau tidak bisa memaksimalkan keduanya, dalam artian bingung
membagi waktu antara organisasi dan belajar di kampus. Memang serba dengan
pilihan, dan mahasiswa harus menentukan ini dari semester satu agar perjalanan
di kampus menjadi terkonsep.
Semua kita kembalikan pada diri masing-masing. Pertanyaan mendasar
yang harus kita tanyakan pada diri masing-masing adalah, perlukah kita masuk
sebuah organisasi? Jika perlu, maka sebaiknya kita masuk, dan sebaliknya jika
tidak perlu, maka kita jangan masuk, sebab hanya akan membung-buang waktu saja.
Saya pernah membahas tentang UKM dan organisasi eksternal dalam rangka
menentukan masuk atau tidak pada minat kita, di artikel sebelum ini. Mungkin
teman-teman bisa membaca dan memahami.
UKM kampus mempunyai karakteristiknya masing-masing, ada yang
bergerak dalam bidang kepenulisan, musik, seni, bahkan ada yang bergerak dalam
bidang bahasa, belajar bahasa-bahasa asing dari berbagai negara populer. Nah,
kita sendirilah yang bisa mengukur dan tahu di mana kapasitas kita.
Selain hal-hal di atas, hal yang perlu kita pertimbangkan sejak
awal adalah waktu. Bisakah kita mengatur antara jadwal kuliah yang padat dengan
kegiatan organisasi? Dengan waktu yang sama, manusia bisa berbeda-beda dalam
mengaturnya, managemen waktu masing-masing manusia berbeda. Ada yang bisa
kuliah dengan disiplin, namun juga bisa mengikuti kegiatan organisasi, bahkan
bisa jadi dia ikut dua organisasi sekaligus. Ada mahasiswa yang tidak bisa
mengatur jadwalnya, dalam artian mereka tidak bisa membagi waktu antara tugas
kuliah dan kegiatan organisasi. Nah, maka pilihan terbaik untuk mahasiswa jenis
kedua ini adalah tidak ikut organisasi, atau jika memang ingin sekali masuk
organisasi solusinya adalah menjadi anggota, jangan mencalonkan diri menjadi
pengurus. Kenapa sebaiknya tidak mencalonkan menjadi pengurus? Sebab kalau
menjadi pengurus, dan tidak bisa membagi waktu, maka itu akan menyusahkan diri
kita sendiri, serta akan merugikan organisasi dan anggota lain.
Sekian, semoga bermanfaat!
Ciputat, 04 September 2023





0 Post a Comment
Posting Komentar