Menyikapi Waktu - Artikel oleh Jasmiko | Sastra Putar Balik

 


Dengan persetujuan kita atau tidak, hidup ini terus berjalan. Tidak ada manusia yang bisa menghentikan waktu, tidak ada pula yang bisa memanjangkan waktu. Ini adalah salah satu problem dalam hidup manusia, yakni tidak bisa mengontrol waktu yang diberikan Tuhan terhadapnya. Tapi, ada sebuah hal unik yang bisa manusia lakukan untuk menyikapi hal ini, yakni manusia bisa mengontrol waktunya. Apa yang dimaksud dengan kontrol?

Ada sebuah kalimat yang mengatakan seperti ini “Jika tidak berjalan hari ini, maka kita harus berlari besok hari”. Kurang lebihnya yang akan kita bahas berhubungan dengan kalimat tersebut.

Apa yang dinamakan dengan waktu? Waktu adalah konsep yang digunakan untuk mengukur urutan peristiwa dan interval antara peristiwa-peristiwa tersebut. Ini adalah dimensi fundamental dalam kehidupan kita yang memungkinkan kita untuk mengukur, memahami, dan mengatur perubahan di sekitar kita. Mungkin kita jarang memikirkan arti waktu yang demikian, dan jelas itu sulit untuk dipahami. Iya, pada dasarnya kita tahu apa yang dinamakan dengan waktu, dan bayangan itulah yang lebih mudah untuk kita pahami.

Seperti yang telah dikatakan pada pembukaan tadi, bahwa waktu terus berjalan tanpa menunggu persetujuan kita. Namun demikian, kita mempunyai sikap terhadap waktu. Oke, memang waktu tidak dapat diperpanjang, namun kita bisa hidup lebih panjang daripada waktu. Pada dasarnya, waktu adalah sebuah hal yang kita gunakan di dalamnya untuk meraih hal sebanyak-banyaknya, untuk berbuat sebanyak-banyaknya sebagai bekal di akhirat (jika percaya pada akhirat). Nah, dengan menggunakan waktu dan memaksimalkan waktu, maka kita otomatis telah memanjangkan waktu dalam kehidupan ini. Itu adalah salah satu sikap yang kita berikan terhadap waktu.

Namun belum tentu semua manusia bisa bersikap bijak terhadap waktu tersebut. Waktu terbatas, sedangkan ambisi dan keinginan manusia tidak terbatas sama sekali. Banyak orang yang hidup dengan ambisi besar, namun tidak bisa memanfaatkan waktu dengan maksimal, dan ini sama saja dengan bercanda. Banyaknya keinginan tersebut harus diimbangi dengan banyak-banyak memanfaatkan waktu. Memang secara fisik waktu tersebut tidak akan berubah menjadi panjang. Namun, secara makna waktu akan menjadi panjang dengan sendirinya, sebab dasar dari waktu adalah pemanfaatannya untuk menghasilkan segala hal yang bernilai.

Ada manusia yang hidup sampai seratus tahun, namun jika usianya tidak digunakan dengan maksimal, maka dia tidak lebih dari manusia yang hidup sepuluh hari di dunia. Ada manusia yang usianya hanya tiga puluh tahun, tapi dia menggunakannya dengan maksimal, maka dia lebih berharga daripada manusia yang hidup seratus tahun di awal.

Dari sini kita paham bahwa panjang atau pendeknya waktu tergantung penyikapan kita terhadapnya. Nah, satuan  terkecil dari waktu yang bisa kita ketahui dengan mudah sebut saja adalah detik. Maka, untuk menggunakan satu jam dengan baik, harus dimulai dengan menggunakan detik-detik terlebih dahulu. Intinya, kita harus belajar menggunakan setiap waktu dengan hal yang bermanfaat, salah satunya dengan belajar. Bila kita bahas lebih lanjut, maka ini akan membawa kepada sebuah pembahasan yang panjang.

Mungkin  cukup sekian pembahasan kali ini, tidak terlalu panjang dan mungkin tidak terlalu bermanfaat. Terima kasih.

Tangerang Selatan, 08 November 2023

0 Post a Comment

Posting Komentar