Dengan persetujuan kita atau tidak, hidup ini terus berjalan. Tidak
ada manusia yang bisa menghentikan waktu, tidak ada pula yang bisa memanjangkan
waktu. Ini adalah salah satu problem dalam hidup manusia, yakni tidak bisa
mengontrol waktu yang diberikan Tuhan terhadapnya. Tapi, ada sebuah hal unik
yang bisa manusia lakukan untuk menyikapi hal ini, yakni manusia bisa
mengontrol waktunya. Apa yang dimaksud dengan kontrol?
Ada sebuah kalimat yang mengatakan seperti ini “Jika tidak berjalan
hari ini, maka kita harus berlari besok hari”. Kurang lebihnya yang akan kita
bahas berhubungan dengan kalimat tersebut.
Apa yang dinamakan dengan waktu? Waktu adalah konsep yang digunakan
untuk mengukur urutan peristiwa dan interval antara peristiwa-peristiwa
tersebut. Ini adalah dimensi fundamental dalam kehidupan kita yang memungkinkan
kita untuk mengukur, memahami, dan mengatur perubahan di sekitar kita.
Mungkin kita jarang memikirkan arti waktu yang demikian, dan jelas itu sulit
untuk dipahami. Iya, pada dasarnya kita tahu apa yang dinamakan dengan waktu,
dan bayangan itulah yang lebih mudah untuk kita pahami.
Seperti yang telah dikatakan pada pembukaan tadi, bahwa waktu terus
berjalan tanpa menunggu persetujuan kita. Namun demikian, kita mempunyai sikap
terhadap waktu. Oke, memang waktu tidak dapat diperpanjang, namun kita bisa
hidup lebih panjang daripada waktu. Pada dasarnya, waktu adalah sebuah hal yang
kita gunakan di dalamnya untuk meraih hal sebanyak-banyaknya, untuk berbuat
sebanyak-banyaknya sebagai bekal di akhirat (jika percaya pada akhirat). Nah,
dengan menggunakan waktu dan memaksimalkan waktu, maka kita otomatis telah
memanjangkan waktu dalam kehidupan ini. Itu adalah salah satu sikap yang kita
berikan terhadap waktu.
Namun belum tentu semua manusia bisa bersikap bijak terhadap waktu
tersebut. Waktu terbatas, sedangkan ambisi dan keinginan manusia tidak terbatas
sama sekali. Banyak orang yang hidup dengan ambisi besar, namun tidak bisa
memanfaatkan waktu dengan maksimal, dan ini sama saja dengan bercanda. Banyaknya
keinginan tersebut harus diimbangi dengan banyak-banyak memanfaatkan waktu. Memang
secara fisik waktu tersebut tidak akan berubah menjadi panjang. Namun, secara
makna waktu akan menjadi panjang dengan sendirinya, sebab dasar dari waktu
adalah pemanfaatannya untuk menghasilkan segala hal yang bernilai.
Ada manusia yang hidup sampai seratus tahun, namun jika usianya
tidak digunakan dengan maksimal, maka dia tidak lebih dari manusia yang hidup
sepuluh hari di dunia. Ada manusia yang usianya hanya tiga puluh tahun, tapi
dia menggunakannya dengan maksimal, maka dia lebih berharga daripada manusia
yang hidup seratus tahun di awal.
Dari sini kita paham bahwa panjang atau pendeknya waktu tergantung
penyikapan kita terhadapnya. Nah, satuan
terkecil dari waktu yang bisa kita ketahui dengan mudah sebut saja
adalah detik. Maka, untuk menggunakan satu jam dengan baik, harus dimulai
dengan menggunakan detik-detik terlebih dahulu. Intinya, kita harus belajar
menggunakan setiap waktu dengan hal yang bermanfaat, salah satunya dengan
belajar. Bila kita bahas lebih lanjut, maka ini akan membawa kepada sebuah
pembahasan yang panjang.
Mungkin cukup sekian
pembahasan kali ini, tidak terlalu panjang dan mungkin tidak terlalu
bermanfaat. Terima kasih.
Tangerang Selatan, 08 November 2023





0 Post a Comment
Posting Komentar