Surga dan Neraka: Strategi Tuhan Agar Manusia Tidak Bermalas-Malasan

 


Kenapa Tuhan menciptakan surga dan neraka? Adalah sebuah pertanyaan yang menarik. Dalam banyak kitab suci, dikatakan bahwa Tuhan menciptakan surga dan neraka sebelum menciptakan manusia. Apakah dari jauh-jauh hari Tuhan telah merencanakan itu semua? Maksudnya, apakah Tuhan telah merencanakan bahwa surga dan neraka adalah tempat untuk manusia? Masalah seperti ini saya  kira tidak perlu dibahas, namun menarik juga untuk diulas.

Manusia yang beramal buruk selama di dunia, akan dijanjikan masuk ke neraka. Sebaliknya, manusia yang berbuat kebaikan, akan masuk surga. Semua sudah mafhum dengan ketentuan yang demikian. Dalam sebuah pandangan, ada yang mengatakan Tuhan menciptakan surga dan neraka agar tidak malas. Bagaimana maksudnya?

Dengan adanya neraka, maka manusia akan berusaha melakukan kebaikan sebanyak mungkin, meskipun dalam perspektif lain bahwa berbuat kebaikan hanya untuk masuk surga kurang tepat. Dengan adanya neraka, maka akan menjadi sebuah tuntutan tersendiri untuk tidak bermalas-malasan dalam melakukan kebaikan, berkembang dalam hidup, dan mengisi waktu dengan hal-hal bermanfaat. Kenapa demikian? Kalau tidak berkembang, tidak berbuat baik, maka Tuhan akan memasukkan mereka ke dalam neraka.

Pun sama halnya dengan penciptaan surga. Bahwa surga diciptakan untuk memberikan semangat kepada manusia (agar tidak malas) dalam melakukan kebaikan. Neraka menjadi pendorong manusia berbuat baik, dan surga menarik manusia untuk berbuat baik. Jika sudah demikian, apakah strategi Tuhan tersebut benar-benar membuat manusia tidak bermalas-malasan?

Pada praktiknya ternyata tidak semudah itu. Banyak manusia yang agamis (percaya akan surga dan neraka), tapi tetap bermalas-malasan dalam menjalani kehidupan. Lalu, apakah yang perlu dirubah? Apakah strategi Tuhan tersebut salah? Tidak, hanya saja manusia yang kurang maksimal dalam mempraktikkannya.

Tangerang Selatan, 17 November 2023

0 Post a Comment

Posting Komentar