Memang, sering kita sebagai anak tidak sependapat dengan orang tua,
dan itu wajar. Tapi ada sebuah perselisihan yang berjalan tidak normal, antara
anak dan bapak, yang berjalan tidak normal. Mengapa dikatakan tidak normal?
Orang tua, terkadang menginginkan anaknya menjadi seperti mereka.
Mengapa? Sebab orang tua berpikiran bahwa merekalah bentuk terbaik, karakter
terbaik, dan mereka ingin keturunan mereka menjadi seperti apa yang mereka
inginkan. Ini tidak salah, namun kurang tepat.
Antara orang tua dan anak-anak terdapat perbedaan jaman yang jauh,
mereka tidak hidup dalam jaman dan keadaan yang sama. Orang tua, hidup pada
masa yang lebih dahulu, sedang anak-anak hidup pada masa sekarang yang jauh
berbeda. Jadi, tidak bisa disamakan antara sesuatu yang cocok pada masa itu,
dengan sesuatu yang bagus pada masa sekarang.
Kita bisa membayangkan, orang tua kita hidup di jaman yang
teknologi belum berkembang pesat seperti sekarang, dan di jaman mereka belum
ada sosial media. Nah, jaman kita, teknologi berkembang begitu pesat, media
sosial menjadi kebutuhan sehari-hari. Nah, tentu dari sisi teknologi saja,
tidak bisa disamakan antara jaman mereka dan jaman kita. Sehingga dengan
perbedaan ini, akan mewajibkan tindakan yang berbeda pula.
Kedua belah pihak, yakni orang tua dan anak, harusnya melakukan
sebuah tindakan obyektif untuk menyikapi hal ini. Tentu keduanya mempunyai sisi
baik masing-masing yang bisa disaling sinergikan, untuk melangkah menjadi lebih
baik secara bersama-sama tanpa mengesampingkan salah satunya. Nah, dengan
adanya kerja sama antara keduanya, maka orang tua dan anak tidak ada yang
merasa dirugikan.
Orang tua harus berpikir bahwa jaman mereka jauh berbeda dengan
jaman anak mereka saat ini. Nah, dengan perbedaaan itu orang tua harus sadar
bahwa mereka tidak bisa memperlakukan anak-anak seperti mereka berlaku jaman
dahulu. Konsepnya tidak akan pernah pas jika dipaksakan. Jika orang tua
menginginkan anaknya menjadi persis seperti mereka, saya rasa itu kurang tepat,
bahkan bisa dikatakan tidak tepat. Seharusnya para orang tua bersikap sportif
terhadap anaknya, tidak memaksakan kehendak. Bukankah anak memiliki hak untuk
bebas memilih? Bukankah anak mempunyai hak untuk menentukan jalan hidupnya
sendiri?
Bukan hanya orang tua yang perlu berbenah. Seperti yang telah
dikemukakan di depan, para anak juga wajib membenahi pola pikirnya. Kita yang
hidup di jaman teknologi berkembang pesat, jangan sampai mengesampingkan
nasihat-nasihat yang diberikan oleh orang tua. Kita tidak bisa menolak
mentah-mentah nasihat mereka, dalam artian keinginan dari orang tua untuk
menjadikan anaknya lebih baik dari mereka. Ini yang perlu kita perhatikan,
bahwa orang tua pasti ingin anaknya lebih baik dari mereka. Termasuk cara
mereka menginginkan anak-anak mereka menjadi seperti mereka, itu adalah cara
agar anak-anak berkembang lebih baik dari orang tua.
Nah, keduanya mempunyai peran masing-masing dalam perkembangan
diri. Orang tua dan anak harus saling mengerti perbedaan di antara mereka.
Orang tua harus paham dengan perbedaan jaman di masa keduanya, dengan begitu
orang tua tidak bisa dan tidak boleh memaksa anaknya untuk menjadi seperti
mereka. Sebaliknya, anak tidak bisa semena-mena dengan orang tua, sebab
berbakti kepada orang tua adalah sebagian bukti bahwa anak berbakti kepada
Tuhan. Nah, bagaimana yang tepat? Jelas, orang tua lebih banyak pengalamannya
dari pada anak, maka anak bisa mengambil pelajaran dari orang tuanya, dalam
artian mendengarkan nasihat-nasihat orang tua. Sebab bagaimanapun keadaan kita,
jelas orang tua lebih banyak pengalamannya dari pada kita, dan itu wajib kita
jadikan sebagai pelajaran.
Saling memahami itu sangat penting dalam perkembangan. Jika orang
tua paham akan anaknya, sang anak pun akan bebas berkembang sesuai dengan
fitrah yang telah diberikan Tuhan padanya, dan orang tua tidak akan memberatkan
anak. Kita sama-sama tahu bahwa tujuan orang tua memaksa anak adalah demi
kebaikan sang anak. Namun dalam praktiknya ini tidak mudah, terkadang orang tua
membuat anaknya tertekan, dan akhirnya tidak bisa berkembang sesuai dengan
jaman dan fitrah yang diberikan Tuhan. Demikian, orang tua dan anak mempunyai
peran masing-masing dalam urusan perkembangan diri, dan sama-sama pentingnya.
Akhirnya dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa anak dan orang tua
harus saling mengerti perbedaan jaman di antara keduanya. Orang tua tidak bisa
memaksa anaknya agar menjadi seperti mereka, dan anak tidak bisa semena-mena
terhadap orang tua. Iya, anak sekarang tumbuh dalam dunia teknologi yang berkembang
sangat pesat, tapi orang tua jelas lebih banyak pengalamannya dari mereka.
Tangerang Selatan, 23 Mei 2023





0 Post a Comment
Posting Komentar